Waw.. Asteroid Menabrak Bulan. Benarkah?

Beberapa waktu yang lalu, NASA merilis sebuah gambar berupa kilatan cahaya pada permukaan Bulan “Luna”. Kilatan tersebut terjadi dikarenakan adanya batuan angkasa atau asteroid yang menabrak bulan. Kejadian tersebut terjadi pada pertengahan bulan Maret lalu. Asteroid berukuran 0.5 Meter dan dengan berat 40 Kg tersebut menabrak Bbulan dengan kecepatan rata-rata 90 ribu km/jam.

Asteroid Menabrak Bulan

Jika dilihat pada gambar terlihat ada letupan bola api yang sangat terang yang diakibatkan tabrakan oleh benda langit. Daya ledakan ini diperkirakan setara dengan 5 kali ledakan TNT. Bumi masih beruntung karena masih memiliki atmosfer yang mampu melindungi permukaan Bumi dari batuan ruang angkasa. Beberapa waktu yang lalu Bumi pernah hampir tertabrak oleh batuan luar angkasa tetapi batuan luar angkasa tersebut meledak di angkasa, namun dampak dari ledakan tersebut efeknya kejutnya masih terasa sampai di Bumi.

Perlu diketahui bahwa batuan langit atau yang disebut juga asteroid merupakan batuan kecil yang berputar di sekitar matahari, bahkan saking kecilnya asteroid terlalu kecil untuk disebut planet. Asteroid juga dikenal sebagai planet minor atau planetoids. Massa semua asteroid secara total lebih kecil dari pada bulan Bumi. Namun meskipun dengan ukurannya yang kecil, asteroid mampu memberikan dampak yang berbahaya.

Di masa lalu banyak asteroid yang menabrak Bumi, dan di masa depan diperkirakan akan lebih banyak lagi yang menabrak Bumi. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan bagi para ilmuwan untuk mempelajari asteroid serta dengan semangat untuk mempelajari lebih lanjut tentang orbit, jumlah serta karakteristik fisik asteroid.

Secara orbit asteroid banyak terletak pada cincin besar antara orbit Mars dan Jupiter. Cincin ini adalah sabuk asteroid utama yang memegang lebih dari 200 asteroid yang memiliki diameter lebih dari 60 mil (100 kilometer). Para ilmuwan memperkirakan bahwa sabuk asteroid juga berisi lebih dari 750.000 asteroid yang berdiameter lebih besar dari tiga-perlima dari satu mil (1 km) dan jutaan lainnya yang lebih kecil. Namun tidak semua asteroid berada di sabuk utama, misalnya saja komet yang beberapa waktu lalu ditemukan di sana. Bahkan Ceres dulu pernah hanya dianggap sebagai asteroid, namun sekarang juga dianggap sebagai planet kerdil.

Ada terdapat banyak asteroid yang berada di luar sabuk utama. Misalnya saja, sejumlah asteroid yang disebut dengan nama Trojan yang berada di sepanjang jalur orbit Jupiter. Tiga kelompok asteroid (Atens, Apolos dan Amors) yang dikenal dekat dengan orbit Bumi di tata surya bagian dalam yang kadang-kadang melinatsi jalur Mars dan Bumi.

Secara fisik asteroid bisa memiliki besar seperti Ceres, yaitu 940 km (sekitar 583 mil). Dan di sisi lain ada salah satu asteroid terkecil yang ditemukan pada tahun 1991 dan diberi nama 1991 BA, yang memiliki ukuran hanya sekitar 20 kaki (6 meter). Suhu rata-rata permukaan asteroid adalah -100 derajat F (minus -73 derajat C). Asteroid sendiri selama miliaran tahun tidak berubah, dengan demikian para peneliti dapa mengungkap banyak hal tentang awal tata surya.

Secara klasifikasi asteroid dibedakan berdasarkan orbitnya, berdasarkan komposisi kebanyakan asteroid jatuh ke dalam tiga kelas, yaitu jenis-C, jenis-S, dan jenis-M. Jenis-C pada umumnya berwarna keabu-abuan berbahan karbon yang terdiri dari tanah liat dan batuan silikat, jenis ini mendiami wilayah luar sabuk utama. Jenis-S (asteroid silicaceous dengan warna hijau-kemerahan) yang sepertinya terbuat dari bahan silikat dan besi-nikel. Asteroid ini mendominasi sabuk asteroid dalam. Jenis-M (asteroid metalik dengan warna kemerahan) yang sepertinya tediri dari besi-nikel. Asteroid ini tinggal di wilayah tengah sabuk utama.

Hingga saat ini NASA dengan proyeknya terus berupaya untuk mencari benda-benda langit yang sekiranya memiliki potensi berbahaya bagi Bumi, pruyek tersebut diberi nama Near Earth Object (NEO). Hal tersebut merupakan upaya kita untuk berjaga-jaga dari bahaya benda-benda luar angkasa yang bisa memberikan ancaman bagi Bumi.

Tags: Asteroid bulan

Posting Terkait "Waw.. Asteroid Menabrak Bulan. Benarkah?"

Rumor Tentang Asteroid Besar Akan Menabrak Bumi Di Bantah Oleh NASA
Asteroid merupakan sebuah benda langit yang memliki
Pesawat Ruang Angkasa “Juno” Akan Tiba Di Jupiter Tahun 2016 Ini
Wahana Antariksa bertenaga Surya, NASA Juno telah