Teleskop Buatan 15 Negara Eropa Ini Mampu Melihat Gunung Di Planet

Rencana pembangunan teleskop terbesar di dunia telah diumumkan oleh sebuah koalisi dari 15 negara Eropa. Cermin yang terdapat pada teleskop berukuran 39 meter atau empat kali lebih besar dari teleskop terbesar yang ada pada saat ini. Dengan cermin sebesar itu maka para astronom bahkan bisa mengamati gelap dari planet berbatu yang jauh melampaui tata surya kita.

Proyek dari European Southern Obervatory (ESO)  ini didukung oleh 15 anggota Uni Eropa serta memiliki nama yang menarik untuk teleskop terbesar dari Eropa tersebut. European Southern Obervatory (ESO)  sendiri merupakan sebuah organisasi penelitian astronomi antar pemerintah yang terdiri dari 15 negara yang berasal dari Eropa. ESO didirikan pada tahun 1962 untuk menjalankan serta membangun beberapa dari teleskop-teleskop terbesar yang berteknologi paling maju di dunia.

European Southern Obervatory (ESO)

Teleskop ini kemungkinan akan dibangun di Chile agar dapat terhindar dari polusi cahaya. Di atas sebuah puncak gunung dengan ketinggian 3.060 meter ini akan diletakkan teleskop infra merah / optic kembar yang mampu memberikan pamendangan yang unparralled dari langit di atas, dan diharapkan akan dapat digunakan pada tahun 2022.

Para astronom juga berharap observatorium ini nantinya akan membantu memberikan wawasan ke dalam sebuah pembentukan galeri serta difat lubang hitam. Mereka juga berharap yang nantinya akan menjelaskan dua dari misteri terbesar yang ada di alam semesta kita, yaitu pembentukan ‘materi gelap’ yang saat ini belum dapat langsung kita amati namun hipotesisnya digunakan untuk membuat sebagian besar massa alam semesta, serta ‘energi gelap’, yang kelihatannya akan mendorong alam semesta untuk dapat memperluas tingkat percepatannya.

European Southern Obervatory (ESO) sendiri setuju untuk pembangunan teleskop optic / inframerah di Garching, Jerman, sambil menunggu konfirmasi referendum akhir dari program E-ELT. Semua Negara yang merupakan anggota ESO juga telah menyatakan dukungan yang sangat kuat untuk menjalankan proyek E-ELT. Pada pertemuan yang telah dilakukan, para dewan dari negara Jerman, Swedia, Belanda, Ceko, Swiss dan Austria telah memberikan suara untuk mendukung dimulainya program E-ELT.

Sedangkan empat Negara lain yang telah memberikan suara referendum untuk mendukung iklan adalah Finlandia, Belgia, Inggris dan Italia. Perkiraan biaya yang digunakan untuk menjalankan proyek ini adalah sebesar 1083 juta euro, atau ₤ 872m. Tim de Zeeuw selaku direktur jendral European Southern Obervatory (ESO)  mengatakan bahwa ini merupakan hasil yang sangat baik serta hari yang besar bagi ESO. Dirinya juga menambahkan bahwa sekarang mereka akan dapat bergerak maju sesuai dengan proyek raksasa tersebut.

Tahun 2012 menandai peringatan 50 tahun berdirinya European Southern Obervatory (ESO). Hal tersebut didukung oleh 15 negara lainnya seperti Finlandia, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Austria, Republic Ceko, Portugal, Italia, Swedia, Spanyol, Inggris dan Swiss. Tim tersebut akan beroperasi di tiga lokasi pengamatan di Chile yaotu Paranal, Chajnantor dan La Silla. Di Paranal, ESO akan mengoperasikan Very Large Telescope, yang merupakan yang paling canggih di dunia dengan dilengkapi observatorium astronomi serta dua teleskop survey.

Demikianlah pembahasan dari teleskop super canggih yang merupakan hasil dari kerja sama 15 negara Eropa yang mampu melihat gunung yang ada di planet. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda. Terima kasih.

Tags: proyek ESO teleskop

Posting Terkait "Teleskop Buatan 15 Negara Eropa Ini Mampu Melihat Gunung Di Planet"

Rumor Tentang Asteroid Besar Akan Menabrak Bumi Di Bantah Oleh NASA
Asteroid merupakan sebuah benda langit yang memliki
Pesawat Ruang Angkasa “Juno” Akan Tiba Di Jupiter Tahun 2016 Ini
Wahana Antariksa bertenaga Surya, NASA Juno telah