Robot Penjelajah NASA temukan “Tikus” Di Mars

Mars merupakan planet terdekat dengan Bumi, yang kini dianggap sebagai rumah bagi kehidupan yang pernah terjadi sekitar jutaan tahun yang lalu. NASA yang merupakan badan antariksa asal Amerika Serikat menyatakan bahwa planet Mars bisa mendukung kemunculan kehidupan sederhana.

Robot Curiosity yang merupakan robot buatan badan antariksa asal Amerika Serikat, NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang telah menjelajah di Mars sejak Agustus 2012 silam, telah meneliti beberapa material dan tanah di planet merah tersebut.

Robot Penjelajah NASA temukan “Tikus” Di Mars

Misi robot senilai USD$ 2,6 milyar itu kini kabarnya telah menemukan objek benda yang tidak asing lagi. Robot Curiosity kabarnya telah menemukan benda yang mirip seperti hewan pengerat. Penemuan ini sempat heboh melalui sebuah tayangan video Youtube yang baru-baru ini diunggah.

Seperti yang dilansir Ibtimes, hewan pengerat yang hidup di Mars ini adalah gagasan yang muncul ke permukaan oleh para pemburu Unidentified Flying Object (UFO) akhir-akhir ini. Terjadi sebuah perdebatan yang sedang berlangsung di antara mereka yang meneliti tayangan di Youtube tersebut, yaitu foto NASA yang diduga diambil oleh robot NASA Curiosity.

Walaupun demikian, objek pada gambar tersebut masih belum dapat diketahui secara pasti apakah itu adalah batu yang kebetulan mirip dengan tikus atau hewan pengerat. Sedangkan pengunggah video di Youtube tersebut, UFO HuntingClouds yang emrupakan pengamat UFO yang bergelum di dalam penelusuran penampakan UFO yang mereka ungkap secara online, bahwa foto tersebut merupakan foto guinea pig (tikus Belanda) yang diabadikan di Mars oleh Rover Curiosity SOL 52.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa Mars merupakan planet keempat dari matahari. Ukuran Mars sekitar setengah dari ukuran Bumi serta memiliki dua bulan, yaitu Phobos dan Deimos. Permukaan planet Mars berwarna merah, hal ini disebabkan teran karena oksidasi besi yang ada dalam tanah. Mars memiliki kepadatan 100 kali dari pada Bumi dan terdiri dari karbondioksida.

Planet Mars lebih kecil dan lebih dingin serta memiliki jarak yang lebih jauh dari matahari. Karena memiliki kemiringan sumbu rotasi (inklinasi aksial) terhadap bidang orbitnya mengelilingi matahari yang hampir sama dengan Bumi maka Mars memiliki musim yang mirip dengan Bumi.

Jarak rata-rata dari Mars ke matahari adalah sekitar 228 juta kilometer. Seperti yang telah disebutkan di atas, orbit Mars yang cukup eksentrik yang menyebabkan perbedaan hampir 42juta kilometer antara jarak terjauh matahari (aphelion) dengan jarak terdekat (perihelion). Adapun badan di dalam orbit gravitasi terikat, planet Mars memiliki orbit yang lebih cepat ketika dekat dengan matahari jika dibandingkan ketika jauh. Akibatnya empat musim yang terjadi di Mars bervariasi antara satu dengan yang lain.

Curiosity memiliki bobot 900 kilogram, dengan enam kaki, satu lengan, dan menggunakan roda besi, Curiosity merupakan mesin paling canggih buatan manusia yang dikirim ke planet lain. Robot ini akan berfungsi sebagai mata serta telinga sekelompok ilmuwan internasional yang terdiri atas 350 orang. Tujuan utamanya adalah menjelajahi serta mengumpulkan bukti adanya kehidupan di Mars. Diharapkan hasil dari penemuan Curiosity ini bisa menjawab pertanyaan tentang suhu dan cuaca masa lampau planet Mars.

Rover ini dikenal dengan nama resmi Mars Science Laboratory yang disingkat MSL. Namun, menjadi lebih populer dengan nama Curiosity, yang mana nama tersebut diberikan oleh gadis kelas 6 SD dari Kansas lewat kontes esai. Jika dilihat secara sekilas, rover ini bukanlah alat tepat untuk menggantikan posisi seorang geolog untuk mengumpulkan batu di Mars. Tapi inspeksi alat ini menunjukkan jika dia memiliki sensitivitas seperti yang dimiliki manusia.

Tags: nasa robot

Posting Terkait "Robot Penjelajah NASA temukan “Tikus” Di Mars"

Rumor Tentang Asteroid Besar Akan Menabrak Bumi Di Bantah Oleh NASA
Asteroid merupakan sebuah benda langit yang memliki
Pesawat Ruang Angkasa “Juno” Akan Tiba Di Jupiter Tahun 2016 Ini
Wahana Antariksa bertenaga Surya, NASA Juno telah