Penyebab Fairy Circle Di Gurun Namimbia Masih Belum Ada Titik Terang Dari Para Ilmuwan

Di gurun Namimbia terdapat bercak – bercak berlubang jika dilihat dari angkasa. Bercak – bercak tersebut ditemukan di padang rumput sekitar 161 kilometer ke dalam Gurun. Padang rumput ini terletak di selatan Angola dengan bentang luas 1.500 km. lokasi yang sangat terpencil dengan rasio kehidupan yang sangat rendah.

Di gurun ini terdapat padang rumput yang tumbuh di media pasir gurun dengan curah hujan yang sangat minim, yaitu antara 50 sampai 100 mm per tahun. Rumput pada permukaan gurun tersebut cukup tinggi dengan keanehan adanya lubang – lubang akibat tidak ditumbuhi rumput, namun pinggiran rumput tersebut sangat subur sehingga rumput meninggi dengan bentuk formasi cincin. Fenomena lingkaran tersebut biasa disebut dengan Fairy Circle.

Fairy circles

Fairy circles

Menurut masyarakat sekitar, fairy circle disebabkan karena adanya dewa alam, roh atau peri. Sedangkan dari kalangan ilmuwan belum ada yang berani mengeluarkan pernyataan, hanya hipotesis – hipotesis yang masih dalam tahap penelitian. Fairy circle ini memang mirip sekali dengan crop circle, namun sebenarnya sangat berbeda. Crop circle adalah pola atau bentuk pada tumbuhan rumput yang disebabkan adanya bagian dari rumput tersebut yang bengkok dan ambruk menyentuh tanah.

Namun fairy circle tidak seperti itu. Pola dari fairy circle terbentuk karena tidak adanya tumbuhan yang berkembang di daerah dalam lingkaran, namun sangat subur pada daerah pinggir lingkaran sehingga rumput pun meninggi. Ilmuwan mengeluarkan banyak sekali hipotesis mengenai tidak mau tumbuhnya rumput pada bagian tengah lingkaran. Salah satu hipotesisnya adalah dengan adanya benih beracun yang menyebabkan kerusakan kesuburan tanah.

Namun hipotesis tersebut tidak mempunyai bukti dan alasan kuat yang mampu meyakinkan ilmuwan lain. Iklim di Gurun Namibia sendiri sangatlah kering, ketika musim dingin suhu rata – ratanya adalah 11 derajat celcius dan musim panas dengan 25 derajat celcius. Rata – rata urah hujan tahunan gurun ini hanyalah 70 – 80 mm. Curah tersebut sudah cukup tinggi dan terjadi ketika badan konvektif musim panas yang berasal dari uap air laut Samudra Hindia.

Namun terjadi ketidak seimbangan alam ketika tahun 2011, dimana curah hujan di gurun ini mencapai 335 mm, 400 persen lebih besar dari rata – rata curah hujan tahunan. Setiap hari gurun ini diguyur hujan dari bulan Januari sampai Maret. Setelah curah hujan yang melimpah, gurun ini kembali dilanda panas yang tanpa hujan sedikitpun dari Januari sampai bulan Mei.

Kembali ke fairy circle lagi, awal terbentuknya fairy circle ditandai dengan munculnya bibit – bibit dari tanaman rumput pada suatu area. Kemudian setalah rumput mulai tumbuh, rumput pada bagian tengah akan mulai mati. Dan kematian rumput tersebut menyebar sampai pada jarak tertentu untuk kemudian berhenti dan meninggalkan tanah yang tandus dengan rumput subur berbentuk lingkaran disekitarnya.

Fenomena ini menurut professor Dr. Walter R. Tschinkel dari Biological Science Florida State University merupakan fenomena yang disebabkan oleh rayap. Rayap mengeluarkan zat atau gas tertentu yang menyebabkan rumput – rumput mati dan tana tandus. Kematian rumput tersebut bebentuk pola tertentu sehingga terbentuklah fairy circle. Namun tetap saja beliau tidak bisa membuktikan fenomena rayap dengan fairy circle tersebut berhubungan.

Fairy circle terdapat juga pada budaya barat. Dimana dipercaya bahwa fairy circle adalah tempat para peri dan elf muncul untuk bermain disekitarnya. Fairy circle di barat berlangsung cukup singkat dengan adanya jamur secara alami berbentuk melingkar yang akan hilang dalam 5 hari.

Tags: Fairy circle gurun Namimbia

Posting Terkait "Penyebab Fairy Circle Di Gurun Namimbia Masih Belum Ada Titik Terang Dari Para Ilmuwan"

Rumor Tentang Asteroid Besar Akan Menabrak Bumi Di Bantah Oleh NASA
Asteroid merupakan sebuah benda langit yang memliki
Pesawat Ruang Angkasa “Juno” Akan Tiba Di Jupiter Tahun 2016 Ini
Wahana Antariksa bertenaga Surya, NASA Juno telah