Observatorium Terbesar Di Dunia Diresmikan

ALMA (Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array) merupakan proyek observatorium yang telah diresmikan beberapa waktu yang lalu. Observatorium terbesar di dunia ini berada di ketinggian 5.000m di kawasan yang sangat gersang yang bahkan hampir tidak ada kelembaban. Observatorium ALMA dilengkapi dengan 66 teleskop radio yang berbentuk antena yang memiliki diameter 7 hingga 12 meter. Teleskop radio terbesar di dunia ini yang berada di gunung di gurun pasir Atacama dalam peluncurannya secara resmi oleh Presiden Chile Sebastian Pinera.

Observatorium Terbesar Di Dunia

Meski gempita itu terjadi di area yang sangat jauh dari fasilitas ESO di Chili, nemun lewat siaran langsung di dunia maya seluruh dunia dapat menikmatinya. Hal ini menunjukkan betapa dunia bisa kita jangkau tanpa harus meninggalkan kediaman kita. Hal seperti itulah yang menjadi harapan dari hadirnya ALMA, cahaya yang sebelumnya tidak dapat dideteksi dari seluruh semesta akan dapat diterima serta dianalisa untuk dapat menyingkap asal muasal alam semesta.

Seorang astronomi ALMA, Giani Marconi, mengatakan bahwa ini merupakan tonggak karena telah menjadi proyek observatorium terbesar yang pernah terwujud di dunia. Proyek tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi yang sebelumnya tidak tersedia yang mungkin dapat membantu para ilmuwan untuk memahami asal muasal alam semesta.

Giani Marconi menuturkan bahwa hampir tidak ada uap sama sekali sehingga radiasi yang berasal dari objek angkasa seperti galaksi dan bintang bisa datang tanpa masalah, tanpa terserap oleh atmosfir sendiri. Pembangunan proyek ini memakan waktu lebih dari 10 tahun serta diperkirakan telah menekan biaya sebesar US$ 1,3 milyar. Proyek ALMA observatorium ini didanai oleh Amerika Serikat, Kanada, Chile, Eropa dan Jepang.

Proyek ALMA sendiri bukanlah sebuah pembangunan yang instan yang dilakukan begitu ada dana. Tapi proyek in merupakan sebuah perjalanan panjang yang dimulai mimpi yang akhirnya diwujudkan. Mimpi tersebut dimulai dengan 3 proyek berbeda di Amerika, Eropa, dan Jepang pada era tahun 80-an yang kemudian ketiganya menjalin kerjasama dan menjadi satu kemitraan di tahun 1990-an. Proses pembangunan pun baru dimulai pada tahun 2003 dengan total biaya sekita US$ 1,3 milyar. Namun kehadiran ALMA tidak hanya menandai babak baru pengamatan dengan menggunakan teleskop radio tapi juga sebgaai babak baru kerjasama sains antar Negara. Sebagaimana beberapa teleskop raksasa yang lain yang sudah, sedang dan akan dibangun, ALMA, merupakan hasil dari kerjasama antar Negara antar benua yang bersama-sama akan berkontribusi bagi perkembangan sains serta teknologi masyarakat dunia.

Perakitan antena ALMA baru saja diselesaikan dengan total 66 antena serta akan mulai memasuki masa pelayanannya. Dan menariknya, sebelum seluruh antena selesai, hanya dengan sebagian antena yang bekerja  ALMA telah memberikan hasil spektakuler. ALMA bekerja dengan mendeteksi cahaya sehingga dapat mengeksplorasi alam semesta serta menemukan apa yang sebelumnya tidak dapat dilihat oleh teleskop sebelumnya pada cahaya tampak. ALMA mampu memperlihatkan detil kelahiran bintang, bayi galaksi yang ada di alam semesta dini, serta planet yang sedang terbentuk di bintang-bintang jauh. ALMA juga mampu menemukan serta mengukur distribusi molekul yang ada di alam semesta yang terbentuk di ruang antar bintang. Sebagian besar molekul-molekul tersebut sangat penting untuk kehidupan.

ALMA memiliki 54 antena dengan diameter 12m dan 12 antena dengan diameter 7m, yang bersama-sama bekerja sebagai sebuah teleskop tunggal. Setiap antena ALMA akan mengumpulkan radiasi dari angkasa serta memfokuskannya ke penerima. Kemudian sinyal dikumpulkan dan diproses oleh super komputer yang bernama ALMA correlator. Ke-66 antena ALMA ini juga dapat diubah konfigurasinya dengan jarak maksimum antara antena bisa bervariasi dari 150m hingga 16km.

Tags: observatorium

Posting Terkait "Observatorium Terbesar Di Dunia Diresmikan"

Rumor Tentang Asteroid Besar Akan Menabrak Bumi Di Bantah Oleh NASA
Asteroid merupakan sebuah benda langit yang memliki
Pesawat Ruang Angkasa “Juno” Akan Tiba Di Jupiter Tahun 2016 Ini
Wahana Antariksa bertenaga Surya, NASA Juno telah