Misteri Harta Karun Purba di Pulau Papua

Harta Karun Purba di Papua – Papua merupakan salah satu provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat. Provinsi Papua dan Papua Barat banyak menyimpan cerita perjalanan sejarah perkembangan Indonesia. Balai Arkeolog Jayapura membagi wilayah kerjanya menjadi 6 bagian yaitu Daerah Kepala Burung, Teluk Cenderawasih, Teluk Bintuni, Pantai Selatan dan Sekitarnya, Pantai Utara dan Sekitarnya, Pegunungan Tengah.

Harta Karun Purba di Pulau Papua

Situs Pra-Sejarah

Di Papua telah ditemukan situs purbakala tertua yakni peninggalan jaman prasejarah pada tahun 40.000 hingga 30.000 SM. Situs tersebut berupa gua-gua dan pada dindingnya dijumpai lukisan-lukisan dan fosil moluska (cangkang kerang), situs ini berlokasi di gunung Biak. Selain biak situs pra-sejarah Papua juga terdapat di Situs Tutari, di kabupaten Jayapura.

Situs Zaman Kolonial

Selain situs pra sejarah, di Pulau Papua juga banyak ditemukan situs situs Kolonial yang ditinggalkan pada zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1900-an hingga pecah pada saat Perang Pacifik pada tahun 1940-an. Beberapa situs zaman colonial ini diantaranya adalah Situs Ifar Gunung, Situs Asei Pulau, dan situs Hirekombe di Kabupaten Jayapura.

Di Papua juga ditemukan situs sejarah masuknya agama Islam di Papua untuk pertama kali. Hal itu dibuktikan adanya penemuan makam Islam di Lapintal, Kabupaten Raja Ampat, situs Islam di Pulau Nusmawan, Kabupaten Teluk Bintuni dan masih banyak yang lain.

Badan Arkeolog Jayapura wilayah Papua dan Papua Barat telah banyak menemukan situs arkeolog lebih dari 200 jenis benda bersejarah sejak tahun 1994 hingga 2012. Badan Arkeolog di Papuya itu sendiri berdiri sejak 1992 dan memiliki karyawan sekita 20-an dan telah banyak melakukan penelitian arkeolog.

Menurut Kepala Badan Arkeolog Jayapura, memang dalam penemuan arkeolog di Jayapura belum ada yang sampai menggemparkan dunia. Dalam penelitian / penemuannya paling banyak adalah benda-benda yang memiliki cirri khas Papua yang dipengaruhi oleh budaya Austronesia dan Asia serta zaman colonial.

Selain itu badan arkeolog juga menemukan situs pemukiman tua yang bernama Mosandurei di Kabupaten Nabire, provinsi Papua yang akan diteliti lebih lanjut. Dalam prosesn penelitiannya, badan arekeolog menemukan alat batu, manic-manik, keramik China dinasti Ming dan dinasti Ching, keramik eropa, botol Eropa, dan gerabah.

Aspek prasejarah Papua sebenarnya menarik karena beberapa penemuan situs arekeolog yang mencapai ketinggian hingga 4000 meter yaitu gua-gua gamping yang terdapat di Pegunungan Tengah Papua.

Di Papua paling barat yang sering disebut Kepala Burung ditemukan situs hunian manusia purba berumur Plistosen-awal Holosen di wilayah batu gamping Kais di Ayamaru oleh ahli arekeolog Juliette Pasveer. Situs arkeolog di Ayamaru ditemukan pada gua-gua yaitu gua Kria dan Gua Toe yang saling berjarak sejauh 12 Km.

Gua Toe berisi sedimen setebal 140cm, penghuni gua Toe ini adalah sejenis hewan yang hidup di ketinggian 1000 meter. Namun yang mengherankan hewan-hewan ini ditemukan di Ayamaru pada ketinggian +- 350 meter. Hal itu terjadi karena adanya perubahan iklim yang temperaturnya menurun drastis. Untuk itu hewan yang biasa hidup pada ketinggian 1000 meter turun untuk menyesuaikan temperature yang lebih hangat. Banyak zona vegetasi ditemukan di lereng-pucak juga turun hingga sampai ke kaki gunung.

Itu tadi ulasan seputar situs-situs purba yang banyak ditemukan di Papua yang menjadi harta karun bagi kekayaan sejarah bangsa Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat buat anda semua.

Tags: harta karun misteri

Posting Terkait "Misteri Harta Karun Purba di Pulau Papua"

Terungkap, Misteri dibalik Senyuman Lukisan Mona Lisa
Lukisan Mona Lisa, pastinya semua orang sudah
Misteri None Belande Penunggu Pintu Air Manggarai
Pintu air Manggarai merupakan sebuah pintu air
Segitiga Bermuda Masalembo Di Indonesia Yang Masih Menjadi Misteri
Segitiga bermuda, mungkin kalian semua sudah tidak