Meteor Yang Jatuh Di Rusia Berhasil Dilacak Sumbernya

Para astronomi telah berhasil melacak sumber meteor yang menghantam Rusia beberapa waktu yang lalu yang telah melukai sekitar 500 orang. Berkat rekaman video amatir, mereka akhirnya bisa menelusuri lintasan meteor serta merekonstruksi orbitnya yang berpusat di matahari.

Meteor Yang Jatuh Di Rusia

Pada 15 Februari 2013 lalu, sebuah meteor jatuh di kawasan pegunungan Ural yang menyebabkan ledakan besar yang merusak kaca jendela saerta menyebabkan lebih dari 500 orang mengalami cidera. Sebagian besar korban terluka dikarenakan pecahan kaca. Tim astronom kini telah berhasil menemukan sumber meteor tersebut dan hasil temuan mereka akan diterbitkan di situs internet Arvix, seperti yang dilaporkan oleh wartawan Sains BBC, Paul Rincon. Rekaman video amatir yang digunakan antara lain berasal dari kamera pengawas CCTV, telepon genggam, maupun kamera yang ditaruh di dalam mobil yang dipajang di internet.

NASA dalam perhitungan awalnya menyatakan bahwa meteor ini adalah meteor terbesar sejak peristiwa Tunguska, pada tahun 1908, yang pada waktu itu telah meratakan ratusan hektar hutan di daerah terpencil di Siberia. NASA dalam laporannya menyebutkan bahwa meteor tersebut berdiameter sekitar 15m melintas sebelum akhirnya memasuki atmosfer bumi.

Jika dilihat dari ukurannya, meteor ini memang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran meteor pada peristiwa Tunguska seabad yang lalu, yang memiliki ukuran kurang lebih sekitar 40m. meteor ini memiliki ukuran sepertiga lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran asteroid 2012 DA14, yang sempat mendekati bumi pada Jum’at sore, yang diduga memiliki ukuran yang serupa dengan objek pada peristiwa Tunguska.

Penyebab meledaknya meteor yang jatuh di Rusia adalah dikarenakan kecepatannya. Bill Coke, Pemimpin kantor Meteoroid Environment di NASA Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, AS, mengatakan bahwa, energy kinetik atau energy gerak yang dihasilkan oleh meteor di Rusia pada saat memasuki atmosfer mencapai 63.374 km/jam.

Mark Boslough  seorang fisikiawan di Sandia National Lboratories di New Meksiko, mengungkapkan bahwa, gelombang kejut yang terjadi dari interaksi asteroid dengan atmosfer memanaskan batu, terutama membuat asteroid tersebut menguap. Uap panas tersebut kemudian dengan cepat meluas di atmosfer, sehingga mampu menghaslkan ledakan.

Media massa Rusia melaporkan terus melakukan pencarian, namun meteorit tersebut belum ditemukan. Sementara Russia Today telah memposting foto dan video ke sosial media yang menunjukkan sebuah lubang di Danau Chebarkul, yang diklaim sebagai akibat dari puing-puing meteorit. Tetapi hingga sejauh ini NASA masih belum mengkonfirmasi laporan yang menyatakan adanya puing-puing dari ledakan yang telah ditemukan.

Ignacio Ferrin  dan Jorge Zuluaga dari Universiats Antioquia di Medellin, Spanyol, dengan menggunakan trigonometri untuk menghitung tinggi, kecepatan, serta posisi meteor saat jatuh ke bumi. Ledakan meteor tersebut menyebabkan banyak kaca jendela yang pecah serta telah melukai sekitar 500 orang. Mereka lalu menggunakan enam property yang berbeda dari lintasan meteor saat memasuki bumi. Dan sebagian besar dari enam ciri yang berbeda itu berkaitan dengan satu titik tempat meteor menjadi amat terang sehingga dapat dikenali dalam rekaman video amatir.

Data-data yang telah ditemukan kemudian dimasukkan ke dalam perangkat lunak computer untuk astronomi yang telah dikembangkna oleh Pusat Pengawasan Laut Amerika Serikat. Dan hasilnya memperlihatkan meteor tersebut masuk ke dalam kelompok bebatuan ruang angkasa yang melintas orbit bumi, bebatuan ruang angkasa tersebut dikenal dengan nama Apollo. Dari sekitar 9.700 asteroid yang dekat dengan bumi yang telah ditemukan sejauh ini, sebanyak 5.200 berasal dari Apollo. Asteroid tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda, seperti Apollo, Amor, atau Aten yang dikelompokan berdasarkan jenis orbitnya.

Tags: jatuh meteor rusia

Posting Terkait "Meteor Yang Jatuh Di Rusia Berhasil Dilacak Sumbernya"

Rumor Tentang Asteroid Besar Akan Menabrak Bumi Di Bantah Oleh NASA
Asteroid merupakan sebuah benda langit yang memliki
Pesawat Ruang Angkasa “Juno” Akan Tiba Di Jupiter Tahun 2016 Ini
Wahana Antariksa bertenaga Surya, NASA Juno telah