Ketahui Hal Berikut Ini, Anak Anda Mungkin Mengalami Trauma Psikologis !

Indikator Anak Megalami Trauma Psikologi – Anda adalah seorang ibu yang memiliki anak kecil? Tahukan anda jika anak anda mengalami trauma psikologis atau tidak?. Memang tanpa disadari hal-hal yang dilakuka anak-anak adalah hal wajar tanpa menyimpang.

Banyak anak yang mengalami perlakuan yang tidak sesuai, banyak anak yang mengalami perlakuan buruk baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, atau teman sebayanya. Anda perlu mewaspadai pergaulan anak-anak anda untuk menjaganya dari kejadian buruk yang menimpanya. Karena kejadian buruk yang menimpa anak-anak dapat menjadikan anak trauma secara psikologis.

Anak Megalami Trauma Psikologi

 

Anda pun sebagai orang tua, dengan pandai perlu mengetahui hal-hal apa saja yang dialami oleh anak anda. Hal ini dapat anda lakukan dengan bersikap selayaknya seumuran dengan mereka, karena anak-anak biasanya akan cenderung lebih terbuka dengan anak sebayanya.

Dengan begitu anak anda akan leluasa bercerita tentang apa-apa yang dilakukannya. Dan anda pun akan mudah mengatasi masalah pada anak sedini mungkin. Masalah yang paling sering adalah anak tersebut mengalami trauma secara psikologi. Lantas bagaimana mengetahuinya dengan cepat ? memang membawa ke psikologi merupakan salah satu cara yang tepat, tapi bukan berarti cepat.

Untuk cepat mengetahui apa yang terjadi pada anak, anda perlu mengetahui beberapa hal atau beberapa indicator yang menunjukkan bahwa anak anda itu mengalamu trauma psikologis atau tidak. Dengan mengetahui indicator tersebut, anda akan mengetahui kondisi anak lebih dini, sehingga penanganan sedini mungkin juga bisa segera dilakukan. Untuk informasi selengkapnya simak ulasan berikut ini mengenai indicator anak terkena trauma secara psikologis.

Salah satu tanda yang muncul ketika anak mengalami trauma adalah adanya penurunan perilaku anak yang biasa disebut regresi. Penurunan perilaku anak bisa ditunjukkan dari kebiasaan sehari-harinya berubah seperti, biasanya anak tidak mengompol, namun tiba-tiba anak mengompol. Selain itu trauma juga bisa ditunjukkan ketika anak mengalami ketakutan saat sendiri padahal sebelumnya tidak. Tanda-tanda ini telah diungkapkan dalam forum Ngobras oleh Nathael. Nathael pun mengajak semua orang untuk melindungi anak-anak dari terorisme.

Nael yang berprofesi sebagai dosen tersebut juga mengungkapkan bahwa orang tua hendaknya memperhatikan perilaku sederhana yang biasa dilakukan anak-anak untuk mengetahui apa mereka mengalami trauma atau tidak. Reaksi setiap anak berbeda ketika mengalami trauma, ada yang pasif, agresif atau menarik diri (menahan diri).

Nael pun juga menerangkan bahwa ada tiga reaksi utama pada anak ketika anak mengalami trauma. Pertama, anak akan cenderung menghindari hal-hal apa pun yang membuatnya menjadi trauma. Misalnya anak sempat melihat ledakan di jalan dekat sekolah mereka, kemungkinan besar anak yang trauma tidak akan melewati jalan sekolah tersebut.

Kedua, Anak sering bermimpi buruk tentang peristiwa pahit yang membuatnya trauma meskipun hal itu sudah berlalu. Sedangkan gejala yang keempat sekaligus yang terakhir adalah, anak akan mengeluarkan reaksi-reaksi trauma. Biasanya mereka akan teriak atau mengalami kaget yang histeris saat mendengar suara balon atau yang lain meletus karena trauma dengan ledakan bom.

Nah itu beberapa hal penting yang perlu anda ketahui sebagai indicator anak megalami trauma psikologis atau tidak. Semoga informasi tersebut di atas dapat bermanfaat buat anda semua. Dan ketika anak anda mengalami trauma psiklogi anda mungkin memberikan pengertian kepada anak anda dan berbicara dari hati ke hati dan mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

Tags: anak trauma gangguan psikologis

Posting Terkait "Ketahui Hal Berikut Ini, Anak Anda Mungkin Mengalami Trauma Psikologis !"

5 Kesalahan Make Up Ini Ternyata Bisa Bikin Kulit Gelap Dan Kusam
Make up, bagi manusia  umumnya merupakan sebuah
Style Sederhana Ini Mampu Membuatmu  Terlihat Lebih Elegan, Coba Deh !
Banyak yang percaya, jika penampilan itu merupakan