Asal Mula Nama Gunung Salak dan Misterinya

Misteri Nama Gunung Salak – Gunung Salak, nama yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua penduduk Indonesia. Gunung Salak kerap sekali dikait-kaitkan dengan hal-hal yang berbau misteri dan mistis. Gunung Salak itu sendiri merupakan salah satu gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Gunung Salak berusia relative tua, nama Gunung Salak yang identik dengan buah salah itu sendiri sebenarnya tidak ada hubungannya. Karena nama Gunung Salak itu diambil dari bahasa sansekerta Salaka yang memiliki arti Perak. Berarti nama lain dari Gunung Salak adalah Gunung Perak, lantas apakah di sana banyak terdapat perak? Hal itu tidak demikian.

Asal Mula Nama Gunung Salak

Cerita versi lain, penyebutan Gunung Salak bermula dari adanya kerajaan bernama Salakanagara yang berdiri di lereng gunung Salak. Kerajaan itu ada pada abad ke IV dan ke V masehi. Dalam versi ini, nama Gunung Salak diambil dari nama depan kerajaan tersebut.

Dalam catatan sejarah, kerajaan Salakanagara dipimpin oleh Raja dengan gelar kerajaan Raja Dawawarman I – VIII. Bukti adanya kerajaan ini terungkap pada penemuan tulisan Raja Cirebon yang berkuasa pada tahun 1617 Wangsakera, di Cimahi pada abad pertengahan ke 19.

Dengan adanya catatan sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa kerajaan hindu pertama kali di Pasundan bukanlah Tarumanegara tetapi Salakanagara. Namun pernyataan ini belum bisa diakui kebenarannya karena masih memerlukan bukti lebih dalam dan penelitian lebih lanjut.

Penamaan Gunung Salak juga ada versi lain, menurut masyarakat sekitar nama Gunung Salak berasal dari adanya penemuan buah salak dengan ukuran tidak wajar yakni cukup besar. Kabarnya penemuan buah salak tersebut terjadi di lereng gunung tersebut, atas kejadian penemuan buah salak berukuran besar itu lah kemudian masyarakat menyebut gunung itu dengan Gunung Salak.

Belum ada kejelasan pasti tentang kaitan penamaan gunung salak dengan banyaknya musibah yang terjadi di lereng Gunung Salak ini terutama kecelakaan pesawat terbang. Namun dibenarkan bahwa di Gunung Salak tersebut banyak ditemukan petilasan yang dianggap suci dan banyak ditemukan makam-makam keramat yang tersebar di beberapa lokasi.

Gunung Salak itu sendiri merupakan gunung api strato tipe A. Gunung Salak memiliki sejumlah kawah yang aktif dan tidak berasa di puncak. Kawah yang terbesar sekaligus termuda adalah kawah Ratu, yang memiliki bagian lain yakni kawah Cikuluwung dan kawah Hirup.

Gunung Salak kerap mengalami letusan sejak 1600 an, yakni letusan yang terjadi 1668-1669, 1780, 1920, 1903, dan 1935. Letusan terakhir Gunung Salak berupa erupsi freatik di kawah Cikuluwung Putri yang terjadi pada tahun 1938. Gunung Salak memiliki jurang curam dan dalam, kountur Gunung Salak tertutup oleh hutan lebat sehingga mudah menipu pendaki maupun penerbang yang melewati pegunungan ini.

Kondisi geologi dan topografi Gunung Salak yang penuh dengan lembah dan ditutupi oleh vegetasi, dan kondisi cuaca yang kerap turun kabut dan cepat berubah, hal ini dapat membahayakan penerbangan. Untuk itu ada baiknya penerbangan dengan pesawat kecil maupun pesawat besar sebaiknya menghindari untuk melintasi Gunung Salak.

Dalam dunia penerbangan, gunung ini kerap dianggap gunung maut karena ada banyak catatan kecelakaan penerbangan yang terjadi. Kecelakaan terakhir dan tersebsar yang pernah terjadi adalah kecelakaan pesawat penumpang sipil Sukhoi Superjet 100 tahun 2012.

Tags: gunung gunung salak sejarah

Posting Terkait "Asal Mula Nama Gunung Salak dan Misterinya"

Terungkap, Misteri dibalik Senyuman Lukisan Mona Lisa
Lukisan Mona Lisa, pastinya semua orang sudah
Misteri None Belande Penunggu Pintu Air Manggarai
Pintu air Manggarai merupakan sebuah pintu air
Segitiga Bermuda Masalembo Di Indonesia Yang Masih Menjadi Misteri
Segitiga bermuda, mungkin kalian semua sudah tidak